Bojonegoro, —Ahad, 20 September 2026. Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Bojonegoro menggelar Diklat “Penguatan Kapasitas Kepemimpinan dan Tata Kelola Organisasi” sebagai bagian dari ikhtiar meningkatkan kualitas sumber daya pengurus dan memperkuat profesionalitas organisasi di tingkat kecamatan.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Ahad, 20 September 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Kantor MWCNU Tambakrejo, Bojonegoro. Diklat diikuti oleh pengurus dari empat Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU, yaitu PAC Fatayat NU Margomulyo, Ngraho, Tambakrejo, dan Ngambon.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pengurus untuk memperkuat pemahaman mengenai kepemimpinan sekaligus tata kelola organisasi. Di tengah dinamika organisasi yang terus berkembang, kemampuan pengurus dalam mengelola organisasi secara tertib, terarah, dan kolektif menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan program dan pelayanan kepada anggota.
PAC Fatayat NU Margomulyo Ikut Aktif
Salah satu peserta dalam kegiatan tersebut adalah PAC Fatayat NU Margomulyo yang mengikutsertakan 10 orang pengurus harian.
Keikutsertaan jajaran pengurus harian tersebut menjadi bagian dari upaya PAC Fatayat NU Margomulyo untuk terus meningkatkan kapasitas internal kepengurusan. Bekal yang diperoleh melalui diklat diharapkan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas organisasi maupun pengembangan program kerja di tingkat PAC.
Bagi sebuah organisasi kader, peningkatan kapasitas pengurus tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menjalankan kegiatan, tetapi juga bagaimana membangun komunikasi, menyusun perencanaan, membagi tugas, melakukan koordinasi, serta mengambil keputusan secara bersama-sama.
Memperkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola
Diklat yang digelar PC Fatayat NU Bojonegoro tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi dan konsolidasi antarpengurus dari empat PAC.
Pertemuan lintas PAC memberikan kesempatan kepada para pengurus untuk saling bertukar pengalaman mengenai pengelolaan organisasi di wilayah masing-masing. Dari proses tersebut diharapkan tumbuh semangat kebersamaan dan kesadaran bahwa kemajuan organisasi membutuhkan kerja kolektif seluruh jajaran pengurus.
Penguatan kepemimpinan juga menjadi bagian penting dalam mencetak kader Fatayat NU yang mampu menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab. Kepemimpinan yang baik perlu dibangun melalui proses belajar, pengalaman, komunikasi, dan kemampuan bekerja bersama.
Sementara itu, tata kelola organisasi yang baik menjadi fondasi agar setiap program dapat direncanakan dan dilaksanakan secara lebih terarah. Administrasi, koordinasi, pembagian tugas, hingga evaluasi program menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun organisasi yang sehat dan berkelanjutan.
Menyiapkan Kader Fatayat NU yang Berdaya
Melalui kegiatan tersebut, PC Fatayat NU Bojonegoro terus mendorong penguatan kapasitas kader di berbagai tingkatan. Diklat tidak hanya menjadi forum pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat jaringan dan komunikasi antarpengurus Fatayat NU.
Keikutsertaan empat PAC—Margomulyo, Ngraho, Tambakrejo, dan Ngambon—menunjukkan adanya semangat bersama untuk meningkatkan kualitas kepengurusan dan membangun organisasi yang semakin solid.
Bagi PAC Fatayat NU Margomulyo, keikutsertaan 10 pengurus harian dalam kegiatan ini diharapkan menjadi tambahan bekal dalam menjalankan amanah organisasi. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama diklat selanjutnya dapat menjadi bahan untuk memperkuat tata kelola serta meningkatkan kualitas pelaksanaan program di tingkat PAC.
Pada akhirnya, penguatan kapasitas kepemimpinan dan tata kelola organisasi bukan sekadar kegiatan pelatihan, melainkan bagian dari proses kaderisasi dan penguatan organisasi secara berkelanjutan. Dengan pengurus yang terus belajar dan berkembang, Fatayat NU diharapkan semakin mampu memberikan kontribusi positif bagi anggota, masyarakat, dan kemajuan Nahdlatul Ulama.
Red/drun.



















.png)
.png)





