Selasa, 12 Mei 2026

Semangat Dakwah Tak Pernah Padam, Kajian Rutin Muslimat dan Fatayat NU Kalangan Berlangsung Khidmat dan Penuh Antusias


Margomulyo – Kamis, 7 Mei 2026. Semangat dakwah dan syiar Islam Ahlussunnah wal Jama’ah terus digelorakan oleh Ranting Muslimat dan Fatayat NU Kalangan melalui kegiatan Kajian Rutin Bulanan yang dilaksanakan pada Kamis, 7 Mei 2026 bertempat di Masjid Al-Miftahul Huda, Desa Kalangan, Kecamatan Margomulyo.


Kegiatan yang berlangsung penuh kekhidmatan tersebut dihadiri oleh segenap jajaran pengurus Muslimat dan Fatayat NU Ranting Kalangan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta takmir masjid setempat. Kehadiran para jamaah dari berbagai unsur masyarakat menunjukkan tingginya semangat kebersamaan dan kecintaan warga terhadap kegiatan keagamaan yang menjadi tradisi warga Nahdliyin.


Sejak awal acara, suasana religius begitu terasa ketika lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di dalam masjid, menghadirkan ketenangan dan kesejukan hati bagi seluruh jamaah yang hadir. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan doa bersama yang berlangsung khusyuk sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan dan keselamatan bagi umat.


Dalam sambutannya, Ketua Majelis Taklim setempat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas istiqomah Muslimat dan Fatayat NU Kalangan yang terus aktif menghidupkan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat. Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi benteng moral sekaligus perekat ukhuwah di tengah derasnya tantangan zaman.


Sementara itu, Ketua Muslimat NU Kalangan, Supiyah, turut memberikan sambutan penuh semangat. Ia mengapresiasi seluruh pengurus, jamaah, dan masyarakat yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan penuh keberkahan.


“Alhamdulillah, kegiatan rutin ini dapat terus terlaksana dengan baik. Semoga menjadi amal ibadah dan semakin mempererat silaturahmi serta kekompakan warga Muslimat dan Fatayat NU Kalangan,” tuturnya.


Puncak acara diisi tausiyah oleh Ketua MWCNU Margomulyo, Kiai Badrun Sulaiman. Dalam mauidhoh hasanahnya, beliau menekankan pentingnya menjaga semangat berjam’iyah dan istiqomah dalam perjuangan organisasi Nahdlatul Ulama. Menurut beliau, kekuatan NU tidak hanya terletak pada besarnya organisasi, namun juga pada ketulusan dan konsistensi jamaah dalam menjalankan dakwah serta menjaga tradisi keislaman yang moderat dan penuh rahmat.


Beliau juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pengurus Muslimat dan Fatayat NU Kalangan yang dinilai terus menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menjalankan program-program dakwah dan sosial kemasyarakatan secara kontinyu di tingkat ranting.


“Muslimat dan Fatayat adalah tiang penguat jam’iyah. Jika kaum ibu dan generasi mudanya istiqomah bergerak, maka NU akan tetap kokoh dan terus hidup di tengah masyarakat,” dawuh beliau yang disambut antusias para jamaah.


Kegiatan berlangsung hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat nilai spiritual. Kajian rutin bulanan tersebut tidak hanya menjadi sarana menimba ilmu agama, tetapi juga menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah dan konsolidasi warga Nahdliyin di Desa Kalangan.


Dengan semangat istiqomah yang terus menyala, Muslimat dan Fatayat NU Kalangan diharapkan mampu terus menjadi motor penggerak dakwah, penjaga tradisi Aswaja, sekaligus pelopor kegiatan sosial-keagamaan yang membawa manfaat bagi masyarakat luas.


Hadir pula dalam kegiatan tersebut Pengurus PAC Fatayat NU Margomulyo, Siti Bariya, yang turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kajian rutin bulanan tersebut. Menurutnya, semangat dan kekompakan yang ditunjukkan oleh Muslimat dan Fatayat NU Kalangan merupakan contoh nyata bagaimana ranting NU mampu terus hidup dan berkembang melalui kegiatan-kegiatan keagamaan yang istiqomah dan menyentuh langsung masyarakat.


Dalam penyampaiannya, Siti Bariya menegaskan bahwa peran perempuan NU, khususnya kader Fatayat dan Muslimat, sangat penting dalam menjaga tradisi keilmuan, memperkuat pendidikan keagamaan keluarga, serta membangun harmoni sosial di lingkungan masyarakat.


“Kegiatan seperti ini harus terus dirawat dan dijaga. Selain menjadi wadah menuntut ilmu, juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah dan memperkokoh peran perempuan NU dalam dakwah serta pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.


Apresiasi tersebut semakin menambah semangat para pengurus dan jamaah yang hadir. Suasana kebersamaan, kekeluargaan, dan semangat perjuangan tampak begitu kuat sepanjang kegiatan berlangsung. Jamaah mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh antusias, mulai dari awal hingga akhir acara.


Melalui kegiatan rutin yang terus dilaksanakan secara konsisten ini, Muslimat dan Fatayat NU Kalangan membuktikan komitmennya dalam menjaga denyut dakwah Nahdlatul Ulama di tingkat akar rumput. Di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks, kegiatan keagamaan seperti ini menjadi cahaya yang terus menerangi kehidupan masyarakat dengan nilai-nilai Islam yang damai, moderat, dan penuh keberkahan.