Margomulyo, 22 September 2026 — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Margomulyo kembali menggelar Lailatul Ijtima’ sebagai momentum memperkuat silaturahmi, meningkatkan ruhiyah ke-NU-an, sekaligus melakukan konsolidasi organisasi bersama jajaran kepengurusan NU di berbagai tingkatan.
Kegiatan berlangsung pada Selasa, 22 September 2026, pukul 21.00–23.00 WIB, bertempat di Aula MWCNU Margomulyo lantai dua. Suasana kegiatan berlangsung khidmat, hangat, dan penuh kekeluargaan dengan dihadiri segenap jajaran MWCNU Margomulyo, PAC GP Ansor/Banser, PAC IPNU, serta jajaran pengurus Ranting NU dari enam ranting se-Kecamatan Margomulyo.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi dan konsolidasi organisasi, sehingga koordinasi antara MWCNU, badan otonom, dan ranting dapat terus berjalan secara berkesinambungan.
Diawali Ayat Suci Al-Qur’an dan Shalawat Mahalul Qiyam
Rangkaian acara disampaikan oleh Ustadz Syaifuddin, S.H. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilanjutkan dengan shalawat Mahalul Qiyam yang dibawakan oleh Ahmad Rifa’i.
Pembacaan shalawat tersebut berlangsung dengan suasana penuh kekhidmatan. Para peserta mengikuti rangkaian acara dengan penuh penghayatan sebagai bagian dari upaya menjaga tradisi keagamaan Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Kiai Paniran, Rais Syuriyah Ranting NU Ngelo. Pembacaan tahlil menjadi salah satu bagian penting dalam Lailatul Ijtima’ yang tidak hanya menjadi sarana doa dan dzikir, tetapi juga menjadi media memperkuat kebersamaan jamaah NU.
Khutbah Iftitah dan Pembacaan Manakib Jawahirul Ma’ani
Memasuki rangkaian berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan Khutbah Iftitah dan pembacaan Manakib Jawahirul Ma’ani yang dipimpin oleh Kiai Rosyidi.
Rangkaian tersebut memberikan nuansa spiritual sekaligus menjadi ruang bagi para peserta untuk kembali menyegarkan pemahaman dan penghayatan terhadap nilai-nilai keagamaan yang menjadi bagian dari tradisi amaliyah warga Nahdlatul Ulama.
Lailatul Ijtima’ pun tidak hanya ditempatkan sebagai kegiatan rutin, tetapi juga menjadi ruang bertemunya dimensi ibadah, silaturahmi, pembinaan jamaah, dan konsolidasi organisasi.
MWCNU Paparkan Progres PD-PKPNU
Setelah rangkaian keagamaan, kegiatan dilanjutkan dengan agenda paparan progres MWCNU Margomulyo yang disampaikan oleh Kiai Badrun.
Dalam kesempatan tersebut, Kiai Badrun menyampaikan perkembangan terkait pengajuan Panitia PD-PKPNU kepada Tim Kaderisasi PCNU Kabupaten Bojonegoro. Disampaikan bahwa proses menuju realisasi PD-PKPNU masih menunggu surat dari PBNU di Jakarta.
Penyampaian progres tersebut menjadi bagian dari transparansi komunikasi organisasi sekaligus memberikan informasi kepada jajaran pengurus ranting dan badan otonom mengenai perkembangan agenda kaderisasi di lingkungan NU Kecamatan Margomulyo.
Kaderisasi menjadi salah satu bagian penting dalam keberlangsungan organisasi. Melalui kaderisasi yang terarah dan berkelanjutan, diharapkan lahir kader-kader NU yang memiliki pemahaman ke-NU-an, kapasitas organisasi, serta kesiapan untuk meneruskan estafet kepemimpinan dan khidmah di tengah masyarakat.
Penguatan Rencana Tindak Lanjut Humas LTN NU
Dalam kesempatan yang sama, Kiai Badrun juga memaparkan pentingnya rencana tindak lanjut bidang Humas LTN NU melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek).
Bimtek tersebut direncanakan menjadi sarana untuk melakukan pembaruan informasi mengenai perkembangan kegiatan NU pada masing-masing tingkatan struktural, mulai dari MWCNU hingga ranting dan unsur organisasi lainnya.
Dengan adanya pembaruan data dan informasi yang terstruktur, kegiatan NU di masing-masing tingkatan diharapkan dapat terdokumentasi dengan lebih baik. Selain itu, komunikasi publik organisasi juga dapat dilakukan secara lebih tertib, sehingga berbagai kegiatan dan khidmah NU di tengah masyarakat dapat tersampaikan secara informatif.
Agenda tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya penguatan fungsi Humas Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) NU dalam mengikuti perkembangan komunikasi dan informasi di era digital.
Lailatul Ijtima’ sebagai Ruang Memperkuat Khidmah
Lailatul Ijtima’ MWCNU Margomulyo pada malam tersebut menjadi momentum yang mempertemukan dzikir, tradisi keagamaan, silaturahmi, kaderisasi, dan konsolidasi organisasi dalam satu rangkaian kegiatan.
Kehadiran jajaran MWCNU, GP Ansor/Banser, IPNU, serta pengurus NU dari enam ranting menunjukkan semangat kebersamaan dalam menjalankan roda organisasi dan memperkuat khidmah kepada umat.
Melalui kegiatan rutin semacam ini, MWCNU Margomulyo terus mendorong terbangunnya komunikasi yang aktif antarstruktur, penguatan kaderisasi, tertib administrasi dan informasi, serta kesinambungan program organisasi.
Lailatul Ijtima’ akhirnya menjadi lebih dari sekadar pertemuan rutin. Ia menjadi ruang untuk merawat tradisi, mempererat ukhuwah, menyatukan langkah, dan menyiapkan gerakan organisasi NU Margomulyo agar semakin tertata dan memberikan manfaat bagi masyarakat.





















.png)
.png)



