Jumat, 14 Februari 2025

Lailatul Ijtima' Mujahadah di Margomulyo: Memperkuat Spirit Perjuangan Nahdlatul Ulama

Margomulyo – Ahad 09 februari 2025Semangat kebersamaan dan perjuangan dalam mengembangkan Nahdlatul Ulama (NU) kembali diteguhkan dalam kegiatan Lailatul Ijtima’ Mujahadah yang diselenggarakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo. Acara yang berlangsung pada Ahad malam (9/2/2025) atau bertepatan dengan 11 Sya’ban 1446 H ini digelar di Aula Gedung MWCNU, Dusun Jerukgulung, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro.


Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB ini dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus MWCNU Margomulyo beserta pengurus ranting NU dari berbagai desa di wilayah Margomulyo. Momentum ini menjadi ajang silaturahmi serta konsolidasi bagi para kader NU dalam memperkuat perjuangan organisasi di tingkat akar rumput.


Refleksi Perjuangan NU di Margomulyo


Dalam tausiah yang disampaikan oleh K. Badrun Sulaiman, Ketua MWCNU Margomulyo, berbagai hal penting terkait perjalanan dan progres perjuangan Nahdlatul Ulama di wilayah Margomulyo menjadi sorotan utama.


“NU di Margomulyo terus berkembang berkat kebersamaan, keikhlasan, dan komitmen seluruh pengurus serta warga Nahdliyin. Kita harus memastikan perjuangan ini tetap berjalan di jalur yang benar dan memberi manfaat bagi umat,” ujar K. Badrun Sulaiman dalam ceramahnya.


Beliau juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan serta memperkuat peran NU dalam berbagai bidang, baik dalam pendidikan, dakwah, maupun sosial kemasyarakatan. Dengan berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks, NU di tingkat lokal diharapkan terus adaptif tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.


Para peserta yang hadir tampak antusias menyimak tausiah tersebut, mengingat perjuangan NU di daerah memang membutuhkan sinergi yang kuat antara ulama, pengurus, dan masyarakat.


Doa Bersama untuk Keberkahan Perjuangan

Sebagai penutup acara, K. Rosyidi selaku Rais Syuriyah MWCNU Margomulyo memimpin doa bersama, memohon keberkahan serta kekuatan bagi para pengurus dan warga NU dalam menjalankan amanah perjuangan. Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan terasa saat lantunan doa dipanjatkan, mencerminkan kebersatuan hati dalam meneguhkan langkah ke depan.


Kegiatan Lailatul Ijtima’ Mujahadah ini menjadi bukti nyata bahwa NU di Margomulyo terus berkomitmen menjaga nilai-nilai perjuangan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah. Dengan kekompakan yang terjaga, diharapkan peran NU di masyarakat semakin kuat dan memberikan manfaat yang lebih luas.


Memperkokoh Peran NU di Masyarakat

Selain membahas perkembangan dan tantangan NU di Margomulyo, K. Badrun Sulaiman juga menyoroti peran penting organisasi dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. Ia menekankan bahwa NU tidak hanya menjadi wadah keislaman, tetapi juga pilar utama dalam membangun solidaritas dan kesejahteraan umat.


“NU harus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam urusan keagamaan, tetapi juga dalam bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi. Kita harus bisa memberikan manfaat nyata bagi umat, sesuai dengan prinsip khidmah Nahdlatul Ulama,” ungkapnya.


Dalam kesempatan tersebut, K. Badrun Sulaiman juga mengajak seluruh pengurus ranting NU untuk terus menghidupkan kegiatan keagamaan di wilayah masing-masing. Pengajian rutin, mujahadah, serta pembinaan keislaman bagi generasi muda menjadi agenda prioritas yang harus terus diperkuat.


Sinergi dan Konsolidasi Antar Pengurus

Kegiatan Lailatul Ijtima’ Mujahadah kali ini juga menjadi momentum untuk mempererat sinergi antar pengurus MWCNU dan ranting-ranting di bawahnya. Melalui forum ini, berbagai program dan rencana ke depan dibahas untuk memastikan NU di Margomulyo tetap berkembang dan memberikan kontribusi maksimal bagi masyarakat.


Beberapa hal yang menjadi pembahasan dalam pertemuan ini antara lain penguatan kaderisasi, pengembangan lembaga pendidikan NU, serta optimalisasi peran sosial dalam membantu warga yang membutuhkan. Dengan adanya koordinasi yang baik antar pengurus, diharapkan NU di Margomulyo semakin solid dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.


Harapan dan Komitmen Bersama

Ketua Panitia Lailatul Ijtima’, Sholeh, mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi tradisi yang semakin kuat.


“Kami berharap semangat kebersamaan ini tetap terjaga, dan seluruh pengurus bisa terus berkontribusi sesuai dengan bidang masing-masing. NU bukan hanya organisasi, tetapi juga wadah perjuangan yang harus kita rawat bersama,” ujarnya.


Sementara itu, beberapa pengurus ranting yang hadir juga mengungkapkan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. K. Sareh, salah satu peserta dari ranting NU Desa Sumberjo, menyampaikan bahwa pertemuan seperti ini sangat penting untuk menjaga kekompakan dan memperjelas arah perjuangan NU di tingkat desa.


“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat, karena selain mendapatkan ilmu dan motivasi, kita juga bisa bertukar pikiran mengenai tantangan yang dihadapi di masing-masing ranting,” tuturnya.


Dengan semangat kebersamaan yang semakin erat, NU di Margomulyo diharapkan semakin berkembang dan mampu menghadirkan manfaat yang luas bagi umat. Konsistensi dalam menggelar forum-forum keagamaan seperti Lailatul Ijtima’ Mujahadah menjadi bukti bahwa NU tetap berpegang teguh pada prinsip perjuangan dalam menjaga keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.